Pernah kepikiran untuk mencampur dua parfum sekaligus agar aromanya unik? Teknik ini biasa dikenal dengan istilah “layering perfume”. Namun, perlu diperhatikan bahwa kamu tidak boleh asal mencampur parfum, karena bisa saja aromanya saling tabrakan alias tidak cocok.
Nah, agar hasilnya berhasil, penting untuk tahu apa itu layering, cara melakukannya dengan benar, dan apa saja pengaruhnya terhadap urutan ketahanan parfum.
Pada ulasan ini, akan diulas mulai dari pengertian hingga cara layering parfum yang benar, lengkap dengan tips menciptakan kombinasi aroma unik versimu sendiri. Simak sampai habis ya!
Apa Itu Layering Perfume?
Sebagai pengantar, kamu perlu tahu arti dari “Layering perfume” terlebih dahulu. Istilah tersebut mengacu pada teknik mencampur dua atau lebih parfum berbeda dengan tujuan menghasilkan wangi yang khas sekaligus unik.
Cara layering parfum sendiri cukup beragam. Misal, dari mencampur parfum dengan body lotion atau bahkan parfum lain yang cocok.
Bukan mencampurnya dengan asal, tujuan akhir layering ini adalah menciptakan hasil yang pas dan saling melengkapi. Dari layering yang tepat, nantinya didapat aroma parfum yang unik atau wangi yang anti-mainstream.
Manfaat Layering Parfum
Bukan sekadar iseng, layering parfum ternyata memiliki beberapa manfaat. Berikut ini di antaranya.
1. Menciptakan Wangi yang Lebih Personal
Satu manfaat utama layering parfum adalah menciptakan aroma unik yang tidak pasaran. Bahkan, apabila sudah tahu trik dan tekniknya, kamu bisa membuat aroma yang disesuaikan dengan bau kesukaan sendiri.
2. Menambah Warna pada Wewangian
Teknik layering pada parfum juga diketahui bisa membuat aromanya menjadi lebih kompleks dan berlapis. Pada beberapa orang, hal ini dianggap lebih baik dibanding hanya satu nada tunggal dalam aroma parfumnya.
3. Memperpanjang Ketahanan Parfum
Manfaat lain yang tak kalah penting adalah bisa memperpanjang masa pakai parfum. Misal, kamu punya parfum dengan kondisi yang cepat menguap.
Nah, bersama teknik layering, kamu dapat menambahkan lapisan dari aromanya menjadi yang kuat sekaligus tahan lama. Jadi, nantinya kamu tak perlu sering-sering semprot parfum dalam pemakaian harian.
Langkah Dasar Layering Parfum
Seperti dijelaskan sebelumnya, layering parfum memang bermanfaat, namun tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Berikut langkah-langkah dasarnya yang bisa diperhatikan sebelum melakukannya.
1. Gunakan Parfum dengan Tipe Komposisi yang Serasi
Pemilihan aroma yang tepat bisa menjadi kunci keberhasilan layering parfum. Sebab, tidak semuanya cocok dan bisa mengeluarkan bau aneh jika dipaksakan.
Sebagai informasi, wewangian biasanya dikategorikan ke dalam berbagai kelompok berdasarkan aromanya. Di antaranya yang populer seperti floral, citrus, woody, oriental, fruity, dan spicy.
Setiap kelompok memiliki karakteristik dan aroma uniknya sendiri yang dapat dipadukan guna menciptakan bau lain. Misalnya, aroma bunga sering dipadukan dengan aroma jeruk atau buah lain untuk menciptakan aroma menyegarkan.
Lalu, aroma woody sering dipadukan dengan aroma bunga untuk menciptakan aroma hangat dan menenangkan.
2. Pakai Teknik yang Tepat
Teknik layering juga berpengaruh terhadap hasil. Ada banyak yang bisa dicoba dalam layering parfum.
Satu di antaranya yang populer adalah layering langsung pada kulit. Sebagai contoh, caranya bisa diawali dengan memakai parfum pertama di bagian pergelangan tangan.
Kemudian, parfum kedua disemprot pada area lain seperti belakang leher. Cara ini bertujuan agar masing-masing aroma tetap dapat leluasa menyebar tanpa ada dominasi satu pihak.
3. Urutkan dari yang Ringan ke Kuat
Pada teknik layering, urutan ketahanan parfum juga penting. Gunakan parfum dengan konsentrasi ringan. Misal seperti cologne atau EDT.
Setelah itu, bisa lapisi dengan EDP atau extrait agar aromanya bertahan lebih lama. Intinya jangan sama-sama memakai aroma yang kuat saat melakukan layering.
4. Jangan Langsung Mencoba Banyak Parfum Sekaligus
Uji kombinasi sebenarnya bisa dilakukan dari dua aroma dulu. Jika cocok, baru eksplorasi lebih lanjut.
Hal ini penting dilakukan karena tak jarang ada orang mencampur banyak parfum sekaligus. Hasilnya, alih-alih muncul bau unik, aromanya dapat terasa aneh karena terlalu banyak campuran.
Tips dan Trik Menciptakan Aroma Unik
Bagi kamu yang baru ingin belajar, ada beberapa tips dan trik layering untuk dicoba. Berikut di antaranya.
- Hati-hati dengan pemilihan aroma yang kuat: Aroma yang kuat bisa semakin menyengat saat dicampur. Jadi, penting untuk menggunakannya secukupnya atau bisa dengan mencampurnya dengan aroma wewangian yang lebih ringan.
- Pakai parfum dari merek yang sama: Parfum dari merek sama kemungkinan besar juga cocok satu sama lain dan bisa saling melengkapi.
- Mulai dengan jumlah sedikit: Saat baru belajar, sebaiknya mulai dengan sedikit saja, lalu tingkatkan sesuai kebutuhan. Penggunaan wewangian yang terlalu banyak tak hanya menjadikannya boros, tetapi juga kurang optimal.
- Cari paduan yang cocok: Kamu bisa menggunakan produk pelengkap seperti body lotion, shower gel, atau hair mist. Namun, pastikan aromanya senada untuk layering lebih maksimal.
- Uji dulu: Terkadang, aroma bisa berbeda saat sudah bercampur dengan pH dan minyak alami tubuh. Jadi, luangkan waktu untuk mengujinya terlebih dahulu.
Kesimpulannya, layering perfume bukan sekadar mencampur dua aroma, namun teknik untuk menciptakan identitas wangi yang unik dan tahan lama. Bersama pengetahuan seputar apa itu layering dan mengikuti urutan ketahanan parfum, kamu bisa menyesuaikan aroma sesuai kepribadian dan kondisi.



